Wednesday, December 27, 2006

Vitamin-vitamin untuk tubuh

Source : Intisari Online

Susah-susah gampang alias lebih banyak sulitnya daripada gampangnya. Itulah gambaran masalah sulit makan di masa pertumbuhan, yang rentangnya dimulai sejak balita hingga remaja. Alhasil, orang tua pun pusing tujuh keliling.

Apalagi, pola makan anak sekarang, khususnya balita, cenderung dipengaruhi iklan makanan di berbagai media, terutama televisi swasta. Demikian pendapat dr. Zulkarnain Agus, M.P.H., pakar gizi dan kesehatan masyarakat dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang (Kompas, 8 Mei 1999). Celakanya, pengaruh itu justru menggeser pola makan tradisional.

Padahal pola makan tradisional relatif mampu menyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan anak dan remaja. Di dalamnya terdapat sumber energi (nasi), protein nabati dan hewani (kekacangan, daging, telur, dan susu), lemak, vitamin (sayur dan buah), dan mineral. Sebaliknya, pola makan yang diadopsi justru membuat asupan zat gizi tidak sesuai dengan kebutuhan. Zat gizi tertentu, misalnya lemak, cenderung kelebihan. Sementara vitamin sering kekurangan. Karena itulah, asupan vitamin memerlukan perhatian ekstra bila pola makan anak dan remaja mulai bergeser.

Kebutuhan vitamin memang tak sebanyak zat gizi lainnya. Namun, vitamin esensial bagi tubuh agar berfungsi normal. Soal manfaat, menurut penyanyi cilik Yoshua, "A untuk mata dan kulit, B untuk pertumbuhan, C mencegah sariawan, D pertumbuhan tulang dan gigi". Namun, manfaat vitamin sebenarnya tidak sesederhana itu.

B untuk pertumbuhan

Berbagai penelitian menunjukkan suplementasi vitamin A dapat menurunkan 23% angka kematian anak akibat campak, diare, dan infeksi saluran pernapasan (Kompas, 26 Februari 1999). Retinoid, bahan aktif vitamin A, baik yang sintetis maupun asli, bermanfaat untuk memperkuat sel kekebalan, mengatur pertumbuhan dan pembelahan sel, mengurangi pertumbuhan sel ganas. Jenis lain vitamin A, beta karoten, berfungsi sebagai penetral radikal bebas dan melindungi sel.

Gejala kekurangan vitamin A adalah rabun malam, gagalnya pertumbuhan tulang, gigi membusuk, mata dan selaput lendir mengering, serta kulit kasar. Untuk mengatasi, perbanyak konsumsi sayuran kuning dan hijau, kuning telur, mentega, daging, hati, keju, dan minyak ikan.

Tidak seperti vitamin lainnya, vitamin B dibedakan atas beberapa macam dan tergabung dalam vitamin B kompleks; ada vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B6 (piridoksin), dan B12 (kobalamin). Masing-masing punya peran yang berbeda.

Khusus untuk pertumbuhan, vitamin B12 (kobalamin) memegang peran terbesar. Bila terjadi defisiensi, pertumbuhan pasti terganggu. Penelitian membuktikan, gangguan itu terjadi pada anak-anak yang vegetarian karena asupan B12 tidak memadai. Ini wajar saja terjadi karena sumber utama vitamin ini adalah bahan pangan hewani. Di antaranya daging dan produk olahannya, ginjal, hati, kerang, ketam, kepiting, ikan salmon dan tuna, berbagai makanan laut lain, unggas dan telur, tempe secara tradisional, juga susu dan produk olahannya. Remaja yang takut gemuk dengan menjadi vegetarian bisa meningkatkan vitamin B12 dengan makan sereal ataupun susu kedelai yang diperkaya vitamin dan mineral.

Masih ada lagi fungsi vitamin B12, seperti penjaga nafsu makan dan mencegah anemia dengan membentuk sel darah merah. Vitamin ini juga koenzim penting untuk mengontrol pembentukan sel baru, selain vital mencegah kerusakan sistem saraf dengan membantu pembentukan mielin di urat saraf.

Akibat lain defisiensi kobalamin adalah rusaknya sistem saraf. Gejalanya, kebodohan atau hilang daya ingat dan orientasi, mudah bingung, delusi (berkhayal), lelah, hilang keseimbangan, refleks menurun, mati rasa, geli di tangan-kaki, serta pendengaran terganggu. Gejala anemia meliputi kelelahan, hilang nafsu makan, diare, dan murung.

Zat lain yang juga penting untuk pertumbuhan adalah vitamin D. Zat ini membantu penyerapan kalsium dari makanan, dan membentuk kalsium serta fosfor pada tulang. Gejala kekurangannya, adalah pertumbuhan lambat, tungkai bengkok, tonjolan pada perut, pembentukan gigi yang salah.

Dalam kelompok vitamin B kompleks ada lagi vitamin B1. Fungsinya membantu mendorong nafsu makan, penggunaan karbohidrat, dan berperan dalam sistem saraf. Beri-beri adalah gejala kekurangan vitamin ini. Sedangkan B2 memperbaiki kulit dan mata, serta membantu produksi energi antara sel. Defisiensi vitamin ini adalah berkurangnya kepekaan terhadap cahaya, pecah di sudut bibir, serta gangguan kulit sekitar hidung dan bibir.

Vitamin B3 berperan dalam sintesa lemak, pernapasan jaringan dan penggunaan karbohidrat, membentuk nafsu makan yang baik, membantu pencernaan, serta memperbaiki kulit, saraf, dan saluran pencernaan. Bila kekurangan berakibat pellagra (kerusakan kulit, lidah jadi licin, bingung, diare, lekas marah).

Vitamin B6 mengatur penggunaan protein, lemak, karbohidrat, dan berperan dalam pembaruan sel darah merah. Gejala kekurangannya adalah kerusakan kulit, sudut bibir pecah-pecah, lidah licin, mual, pening, anemi, batu ginjal. Juga sawan pada anak kecil.

Tak hanya antisariawan

Selama ini vitamin C atau asam askorbat lebih terkenal perannya dalam menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi. Siapa sangka vitamin C ternyata juga berperan penting dalam fungsi otak, karena otak banyak mengandung vitamin C. Dua peneliti di Texas Woman's University menemukan, murid SMTP yang tingkat vitamin C-nya dalam darah lebih tinggi ternyata menghasilkan tes IQ lebih baik daripada yang jumlah vitamin C-nya lebih rendah.

Vitamin C perlu untuk menjaga struktur kolagen, sejenis protein yang menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan luka, patah tulang, memar, perdarahan kecil dan luka ringan.

Vitamin C juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam kesadaran. Sebagai antioksidan ia mampu menetralkan radikal bebas di seluruh tubuh. Melalui pengaruh pencahar, ia dapat meningkatkan pembuangan faeses atau kotoran. Tak heran bila berlebihan, vitamin ini dapat mengakibatkan diare. Untuk pencegahan kurangi konsumsinya, atau ganti dengan natriumaskorbat.

Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab kanker. Penelitian di Institut Teknologi Massachusetts menemukan, pembentukan nitrosamin (hasil akhir pencernaan bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam tubuh sejumlah mahasiswa yang diberi vitamin C berkurang sampai 81%.

Hipoaskorbemia (defisiensi asam askorbat) bisa berakibat seriawan, baik di mulut maupun perut, kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi. (Baca juga "Seriawan Harus Diapakan?", Intisari April 2000 hal. 80) Bahkan, punya korelasi dengan masalah kesehatan seperti kolestrol tinggi, sakit jantung, artritis (radang sendi), dan pilek.

Kebutuhan vitamin C memang berbeda-beda bagi tiap orang, tergantung kebiasaan masing-masing. Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya: merokok, minum kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu seperti obat antikejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C dalam darah. Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein. Maka, sebisa mungkin hindari minum kopi, teh, dan cola. Selain itu stres, demam, infeksi, dan giat berolahraga juga meningkatkan kebutuhan akan vitamin C.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C kita bisa meningkatkan konsumsi beraneka buah dan sayur seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, sayur mayur, asparagus, kol, susu, mentega, kentang, ikan, atau hati. Kalau suka jambu biji, akan lebih baik lagi, karena buah ini tinggi kandungan vitamin C-nya.

4 sehat 5 sempurna, masih OK

Bagi anak-anak dan remaja vitamin E juga sangat diperlukan. Vitamin ini banyak terdapat di sayuran, minyak, margarin,

kacang-kacangan, tepung gandum, daging, dan produk susu.

Menurut beberapa studi, defisiensi vitamin E menekan produksi antibodi dan merusak respon kekebalan. Vitamin E pun banyak dimanfaatkan untuk mengurangi derita akibat kulit yang terbakar matahari, juga garis dan kerutan akibat sinar matahari.

Defisiensi vitamin E juga akan mengawali dan mengabadikan kemerosotan perkembangan saraf otot anak-anak dan remaja, karena vitamin ini berperan dalam memelihara struktur dan fungsi sistem saraf manusia. Vitamin E juga membantu mengamankan vitamin A dan asam lemak tak jenuh dari kerusakan oleh oksigen dan membantu pengeringan luka.

Melihat beraneka ragamnya jenis makanan yang mengandung vitamin yang penting untuk kebutuhan anak, maka cara termudah adalah sejak dini memperkenalkan makanan dengan menu seimbang. Nampaknya, pola makan "4 Sehat 5 Sempurna" masih relevan untuk zaman modern ini. Dalam kondisi tertentu, entah sakit atau giat beraktivitas, bisa ditambahkan vitamin dan mineral dari luar. (Dari pelbagai sumber/Sht)

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home