FEEDING TODDLERS: 17 TIPS FOR PLEASING THE PICKY EATER
Source : http://www.askdrsears.com
(translated by Sylvia Radjawane)
Saat anak kita menginjak usia batita, aktivitas makan kadang jadi hal yang 'menakutkan'. Kita mungkin akan menyajikan segala jenis makanan yang komposisinya menurut kita sudah sehat dan terlihat menarik. Sayangnya, sebagian besar menu seperti ini ternyata akan tersisa banyak di atas baki 'high chair' mereka atau berhamburan di lantai. Lebih buruk lagi, kita sering merasa 'sakit hati' dengan sikap menolak mereka, sikap yang seharusnya tidak perlu dilakukan.
Sebenarnya, apa yang sedang terjadi? Mengapa para batita ini menjadi 'picky eaters'?
WHY TODDLERS ARE PICKY
Menjadi 'picky eater' adalah bagian dari fase hidup seorang batita. Studi menunjukkan bahwa ada beberapa alasan yang berhubungan dengan perkembangan si anak tentang mengapa mereka dengan rentang usia 1-3 tahun suka mempermainkan makanan atau makan sedikit2 makanan mereka. Setelah
melewati masa 1 tahun dengan grafik pertumbuhan yang sangat cepat (umumnya anak usia 1 tahun memiliki BB 3x BB lahirnya), penambahan BB batita mulai melaju lebih lambat. Itulah sebabnya, mereka butuh lebih sedikit makanan.
Kenyataan bahwa batita selalu aktif bergerak juga mempengaruhi pola makan mereka. Mereka tidak akan mau duduk tenang dalam waktu lama untuk segala jenis aktivitas, bahkan untuk aktivitas makan. Memenuhi kebutuhan mereka dengan penganan kecil (snacks) sepanjang hari kelihatannya lebih cocok dengan gaya hidup 'para pejelajah clik' ini, dibandingkan dengan meminta mereka untuk duduk manis menghabiskan menu makanan lengkapnya.
LEARNING THIS HELPED US RELAX
Kini kita bisa menyadari bahwa tugas kita hanyalah menyediakan makanan yang tepat untuk mereka, menyiapkannya dengan cara yang sehat dan bergizi (mis.lebih memilih makanan yang diolah dengan cara dikukus daripada direbus, dipanggang daripada digoreng), dan menyajikannya dengan cara yang kreatif.
Setelah itu .... terserah pada para batita ini. Sebanyak apa mereka makan,kapan mereka makan, dan kalau mereka makan ..... sebagian besar adalah tanggung jawab mereka, kita belajar untuk tidak mengambil pujian juga memikul kesalahan dalam hal ini.
TODDLERS LIKE TO BINGE ON ONE FOOD AT A TIME
Batita mungkin hanya makan buah-buahan hari ini, dan sayuran di lain hari. Karena kebiasan makan yang 'tidak menentu' (yang memang normal sejalan dengan 'mood' mereka), jangan heran jika anak Anda makan banyak di satu hari dan praktis 'tidak makan apa-apa' di hari lain. Batita membutuhkan antara 1.000 – 1.300 kalori seharinya, itu pun mereka belum tentu mendapatkan jumlah kalori yang sama dari total jumlah makan mereka setiap harinya. Karena itu, targetkan bahwa anak kita mendapatkan asupan makanan bergizi dan seimbang setiap minggunya, bukan setiap harinya.
Semua penjelasan di atas bukan bermaksud agar para orang tua tidak perlu lagi membujuk batita mereka untuk makan dengan baik dan membangun kebiasaan maka yang sehat.
Berdasarkan pengalaman pribadi Dr. William Sears, MD dan Martha Sears,RN menangani kedelapan anak-anaknya, mereka telah mengembangkan 17 tips untuk menarik minat makan anak-anaknya sekaligus meminimalkan timbulnya 'pertengkaran' saat makan.
1. Offer a nibble tray.
Batita suka mencicipi segala jenis makanan, jadi mengapa kita tidak menawarkan semacam 'smorgasbord' (penyajian menu ala 'buffet') kepada
mereka? Tip pertama dari dapur 'Sears' adalah dengan menawarkan sebuah 'nibble tray' pada batita. Gunakan wadah es batu, wadah muffin, atau wadah /piring makanan (yang sudah terkotak-kotak didalamnya), dan taruh jenis makanan yang bergizi, warna menarik serta dalam porsi kecil (bite-size) disetiap bagian wadah tsb. Beri nama 'jenaka' untuk jenis 'finger foods' ini yang disukai oleh anak kita, seperti:
- 'bulan' apel (buah apel yang diiris tipis2)
- 'perahu' alpukat (potongan buah alpukat)
- 'roda' pisang
- 'pohon' brokoli (brokoli yang dikukus)
- 'pedang' wortel (wortel dimasak dan diiris tipis)
- 'blok gedung' keju
- 'kano' telur (irisan telur)
- 'little O' (sereal berbentuk O)
Letakkan makanan ini di meja yang mudah dilihat dan mudah dijangkau. Saat anak Anda sibuk beraktivitas di sekeliling rumah, ia dapat berhenti, duduk sejenak, mengambil makanan di 'nibble tray', menggigitnya, dan melanjutkan aktivitasnya. 'Waktu saji' makanan seperti ini bisa berlangsung dalam 1-2 jam.
NUTRITIP: Good Grazing – Good Behavior
Perilaku seorang anak kadang berhubungan dengan pola makannya. Orang tua kadang dapat mengamati bahwa perilaku seorang batita mulai 'menjengkelkan' menjelang siang atau menjelang sore hari. Dapatkah Anda melihat hubungannya? Semakin lama anak beraktivitas tanpa makanan, semakin 'menjengkelkan' perilaku mereka. Dengan kegiatan 'mencicipi' seperti tip no.1 di atas, hal ini membantu meminimalkan kadar naik-turunnya gula darah dan mengurangi perilaku anak yang tidak diinginkan.
2. Dip it.
Anak-anak mengira bahwa mencelupkan makanan dalam 'dip' yang lezat adalah hal yang lucu ('berantakan' tapi 'menyenangkan'). Ada beberapa alternatif bahan yang bisa dijadikan 'dip':
- keju cottage atau dip tofu
- keju krim
- juice buah
- guacamole (saus alpukat)
- selai kacang
- puree buah atau sayuran
- yoghurt (plain atau ditambahkan pemanis dari konsentrat juice. Penyajian 'dips' dapat langsung dimakan sendiri atau dioleskan di atas potongan buah apel atau pear,'bell-pepper strips', kue, roti 'bagel', roti bakar, atau bahan makanan bergizi lainnya.
3. Spread it.
Batita suka sekali mengoles, atau lebih tepat lagi, 'mencoreng-moreng'. Tunjukkan pada mereka bagaimana menggunakan pisau roti untuk mengoles keju, selai kacang atau konsentrat buah di atas biskut, roti, atau kuenya.
4. Top it.
Batita suka dengan 'toppings' (yang ditaruh di atas/puncak kue). Pilih sesuatu yang familiar sekaligus favorit mereka sebagai 'topping' dari sajian menu 'baru' atau menu yang 'tidak terlalu disukai' si kecil. Hal seperti ini cukup mampu mengatasi anak yang rewel dengan jenis makanan tertentu. Alternatif 'topping' yang merupakan favorit: yoghurt, keju krim, keju yang dilelehkan, saus alpukat, saus tomat, saus apel, dan selai
kacang.
5. Drink it.
Jika anak Anda lebih suka minum daripada makan, jangan putus asa. Sajikanlah 'smoothie' – dari bahan-bahan makanan yang ada. Susu dan buah – dipadu mis. dengan juice, 'egg powder', biji gandum, yoghurt, madu, dan selai kancang – dapat menjadi salah satu menu yang sangat sehat. Lalu bagaimana jika jenis menu seperti ini dikonsumsi menggunakan sedotan? Cermati hal ini: hindari segala jenis minuman yang ada kandungan telur mentahnya untuk menghindari resiko keracunan kuma Salmonella.
6. Cut it up.
Seberapa banyak seorang anak memakan makanannya kadang bergantung pada bagaimana Anda memotong/mengiris makanan tsb. Potong sandwich, pancake, waffle, dan pizza dalam berbagai jenis bentuk menggunakan pemotong kue.
7. Package it.
Penampilan luar sangatlah penting. Untuk sesuatu yang baru dan berbeda, mengapa Anda tidak menggunakan piring mainan anak Anda sebagai wadah makanannya? Anak-anak kita menikmati hal-hal tak terduga dan fantastis jika ada hubungannya dengan penyajian makanan – dengan material apa saja, mulai dari cangkir plastik pengukur bahan makanan hingga wadah (kerucut) ice cream.Anda juga dapat mencoba pendekatan 'membuat ukuran/porsi' semakin kecil. Selain menyajikan makanan dengan porsi kecil, atau, jika memang tersedia, beli peralatan makanan dengan 'munchkin-size', seperti untuk membuat roti bagel mini, pie mini, chicken drummettes (bagian daging dari sayap ayam), juga muffin mini.
8. Become a veggie vendor.
Saya mungkin sudah mendengar, 'Dokter, anak saya tidak mau makan sayur' ribuan kali. Walaupun begitu, anak tsb. tetap bertumbuh dengan baik. Sebenarnya, menu sayuran membutuhkan sejumlah kiat marketing yang kreatif, mengingat makanan ini tampaknya merupakan jenis yang paling ditentang anak-anak di rumah. Berapa banyak sayuran yang dibutuhkan seorang batita? Walaupun mereka seharusnya mendapatkan 3-5 porsi sayuran setiap harinya, untuk anak-anak balita (di bawah 5 tahun), setiap porsi yang dibutuhkan hanya seukuran 1 sendok makan. Dengan kata lain, anak usia 2 tahun idealnya mengkonsumsi 2 sendok makan sayuran 3-4 kali setiap harinya.
Jadi jika Anda bukanlah orang tua dari anak-anak 'pecinta sayuran', cobalah beberapa tips berikut ini:
- Berkebun dengan anak Anda.
Biarkan dia menolong Anda merawat tanaman, memanen sayuran yang matang, membantu mencuci dan menyiapkan sayuran untuk menu makanan. Ia mungkin akan
lebih berminat untuk makan sayuran yang telah ia 'bantu' untuk tumbuh,matang dan siap disajikan.
- Selipkan lembaran atau potongan sayuran ke dalam makanan favorit.
Coba untuk tambahkan sayuran pada nasi, keju cottage, keju krim, saus alpuat, atau bahkan macaroni dan keju. Pancake Zucchini dan muffin wortel adalah makanan favorit di rumah kami.
- 'Kamuflase' kan sayuran dengan saus favorit.
- Gunakan sayuran sebagai 'finger foods' dan celupkan ke dalam saus atau 'dip' favorit.
- Dengan pemotong kue, potong sayuran dalam bentuk-bentuk yang menarik.
- Kukus sayuran hijau
Pengolahan dengan cara ini menghasilkan sayuran yang lebih ber-cita rasa dan lebih manis.
- Gunakan sayuran sebagai seni
Ciptakan bentuk 'wajah' yang penuh warna dengan menggunakan irisan olive sebagai 'mata', tomat sebagai 'kuping', jamur sebagai 'hidung', 'bell-pepper' sebagai 'janggut', dan alternatif bentuk jenaka lainnya. Lauren, anak ke-8 kami, gemar menaruh olive pada ujung jari-jari tangannya yang kemudian dimakan dengan cara dicomot satu-demi satu dari setiap ujung jarinya. Pancake Zucchini juga bisa menjadi 'wajah' yang sempurna jika ditambahkan kacang polong sebagai 'mata', wortel sebagai 'hidung' dan keju sebagai 'rambut'.
- Buat kamuflase yang kreatif
Ada banyak variasi yang mungkin bisa dibuat menggunakan 'keju dalam pohon' (brokoli kukus dengan topping keju yang meleleh). Atau, Anda dan anak Anda
juga dapat menikmati nikmatnya sayuran (khususnya untuk hidangan Asia) dengan saus selai kacang sebagai topping.
9. Share it.
Jika anak Anda sedang mengalami fase 'picky eater', undanglah teman sebaya atau sedikit lebih tua darinya yang Anda tahu adalah anak 'suka makan'. Anak Anda akan terpengaruh juga. Makan bersama-sama seperti ini akan membuat seorang anak dapat melihat contoh dan mengikutinya.
10. Respect tiny tummies.
Tetap sajikan makanan dalam porsi kecil. Ingin tahu seberapa besar porsi itu? Inilah petunjuknya. Ukuran lambung seorang anak kurang lebih sama dengan ukuran kepalan tangannya. Jadi berikan porsi kecil pertama-tama, dan isi kembali piringnya jika anak Anda ingin makan lagi. Metode 'less-is-more' ini tidak saja lebih berhasil untuk diterapkan pada anak-anak 'picky eaters', tapi juga memiliki keuntungan tambahan dalam hal menstabilkan kadar gula darah, yang pada gilirannya meminimalkan perubahan mood si kecil. Sebagaimana para orang tua tahu, anak yang lapar umumnya adalah anak yang tidak bahagia.
Lakukan metode yang disebut 'the bite rule' untuk membujuk anak yang 'picky eater': 'coba gigit sekali, coba gigit2x ...' (sejauh yang dapat Anda
lakukan untuk membujuknya tanpa memaksanya makan). Metode ini minimal membuat anak Anda mau mencicipi jenis makanan baru juga memberinya kesempatan untuk memegang kendali terhadap makanannya. Sedapat mungkin, biarkan anak Anda – dan seleranya – menentukan kecepatan makannya. Tetapi jika Anda ingin anak Anda makan bersamaan waktunya dengan Anda, coba untuk kondisikan agar waktu makan selingan (snacks) terakhirnya minimal 2 jam sebelum waktu makan bersama-sama Anda.
11. Make it accessible.
Berikan anak Anda ruang khusus sebagai 'gudang' tempat stok makanannya. Sediakan laci terbawah di dalam kulkas Anda untuk menaruh segala macam makanan dan minuman favorit (dan bergizi) anak Anda. Kapan saja ia menginginkan makanan tsb., bukakan pintu kulkas dan biarkan dia memilih 1 macam makanannya. Taktik ini juga memungkinkan anak-anak untuk makan saat mereka merasa lapar, suatu langkah penting dalam membangun kebiasaan yang sehat tentang makanan.
12. Use sit-still strategies.
Satu alasan mengapa para batita tidak suka duduk tenang di meja makan keluarga yaitu karena mereka harus duduk dengan kaki menggantung. Cobalah
Anda duduk di atas bangku pendek (stool) saat makan. Anda secara alami akan segera menggeliat dan ingin segera bangkit dan bergerak di sekeliling bangku. Anak-anak cenderung duduk dan makan lebih lama jika menggunakan meja dan kursi khusus ukuran anak-anak di mana kaki mereka dapat menyentuh lantai.
13. Turn meals upside down.
Perbedaan antara makan pagi, makan siang dan makan malam tidak terlalu berarti untuk seorang anak. Jika anak Anda ngotot ingin makan pizza waktu pagi hari atau buah dan sereal di waktu malam, ikuti saja – lebih baik dibandingkan ia tidak mau makan sama sekali. Hal ini bukan berarti Anda harus menjadi orang tukang masak dengan order kilat, atau selau melayani banyak permintaan spesial, tetapi mengapa Anda tidak biarkan batita Anda merancang menu makanannya sendiri di waktu-waktu tertentu? Anggota keluarga lainnya juga mungkin bisa ikut menikmati kesenangan baru dengan adanya hidangan wafel dan 'hash brown' saat makan malam.
14. Let them cook.
Anak-anak lebih cenderung makan makanan kreasi mereka sendiri, jadi jika memungkinkan, biarkan anak Anda membantu Anda menyiapkan makanannya. Gunakan
pemotong kue untuk menciptakan desain yang dapat dimakan dalam menunya, seperti: keju, roti, irisan tipis daging, atau mie lasagna matang. Beri 'asisten' Anda tugas semacam: merobek dan mencuci helai daun selada, menggosong kentang, atau mengaduk adonan. Isi adonan pancake ke dalam botol pencet dan biarkan anak Anda menjadi 'supervisor' saat Anda membuat bentuk-bentuk yang lucu (mis. bentuk hati, angka, huruf, atau bahkan ejaan nama anak) di atas wajan panas.
15. Make every calorie count.
Tawarkan anak anda jenis makanan yang mengandung banyak gizi dalam 'dosis' kecil. Ini khususnya berguna bagi batita yang aktif seperti 'kelinci' tapi makan seperti 'tikus'.
Makanan padat gizi yang disukai sebagian besar anak-anak, di antaranya:
- Alpukat
- Pasta
- Brokoli
- Selai kacang
- Nasi (beras merah) dan 'grains'
- Kentang
- Keju
- Daging unggas
- Telur
- Labu
- Ikan
- Ubi
- Kacang merah
- Tofu
- Yoghurt
16. Count on inconsistency.
Untuk anak-anak, apa dan berapa banyak makanan yang mereka ingin makan mungkin berbeda-beda setiap harinya. Ketidakteraturan ini menjadi bagian terbesar dalam sikap 'kebingungan' mereka tentang makna 'tidak mau bergantung pada orang lain', dan aktivitas makan adalah area di mana mereka dapat mengambil sikap seperti itu. Jadi janganlah terkejut jika anak Anda makan sepiring penuh di satu hari dan praktis tidak makan apa-apa keesokan harinya, sangat mengagumi brokoli di hari Selasa dan menolaknya mentah-mentah di hari Kamis, ingin melakukannya sendiri pada suatu kesempatan makan dan di lain waktu benar-benar ingin disuapi.
Seperti yang dinyatakan salah seorang orang tua dalam kegiatan praktek kami,' satu-satunya hal konsisten tentan masalah memberi makan batita adalah 'ketidak konsistenan''. Cobalah untuk tetap ikut serta dalam perubahan mood anak Anda dalam soal makanan, dan jangan sekali-kali memasukkan ke hati tentang sikap mereka terhadap issue makanan.
17. Relax.
Di masa antara ulang tahun yang ke-2 dan ke-3 anak Anda, bersiaplah dengan kebiasaan nya yang siap dengan idenya sendiri terhadap semua hal – termasuk cara makanan disiapkan dan disajikan. Bersiaplah dengan perasaan hatinya yang 'terlalu mendalam' terhadap makanan. Jika memang selai kacang itu harus berada di atas jelly, tetapi Anda malah melakukan sebaliknya, bersiaplah untuk mendengar protes. Tidaklah mudah beradu argumentasi dengan si-2-tahun yang 'berpendirian keras'. Lebih baik belajar membuat sandwich ala anak Anda.
Jangan menginterpretasikan sikap anak Anda ini sebagai sikap 'keras kepala'.
Batita memiliki pola pikir tentang urutan terhadap segala sesuatu dalam dunia mereka. Alternatif lain tidak dapat diterima. Ini adalah tahap
perkembangannya yang akan segera berlalu.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home